Dalam kegiatan memasak sehari-hari, istilah lada dan merica sering digunakan secara bergantian. Tidak sedikit yang mengira keduanya adalah rempah yang berbeda. Padahal, sebenarnya lada dan merica berasal dari tanaman yang sama, yaitu Piper nigrum.
Supaya tidak keliru saat menggunakannya di dapur, ada baiknya kita memahami perbedaannya dengan penjelasan yang sederhana dan mudah dipahami.
Lada dan Merica Sebenarnya Satu Tanaman
Secara umum, lada dan merica merujuk pada bahan yang sama. Perbedaannya lebih pada penyebutan dan bentuknya.
Merica biasanya digunakan untuk menyebut biji yang masih utuh, baik berwarna hitam maupun putih. Sementara itu, lada lebih sering disebut untuk bentuk yang sudah dihaluskan menjadi bubuk.
Jadi, bukan dua jenis rempah yang berbeda, melainkan satu bahan dengan bentuk penyajian yang berbeda.
Perbedaan Lada Hitam dan Lada Putih
Walaupun berasal dari tanaman yang sama, hasil akhirnya bisa berbeda tergantung waktu panen dan proses pengolahannya.
Lada atau merica hitam dipanen saat buahnya belum sepenuhnya matang. Setelah dipetik, biji dikeringkan bersama kulitnya hingga mengerut dan berubah warna menjadi hitam. Karena masih memiliki kulit luar, aromanya lebih kuat dan rasa pedasnya lebih tajam.
Sedangkan lada atau merica putih dipanen ketika buah sudah matang. Biji direndam agar kulit luarnya terlepas, lalu dikeringkan hingga berwarna putih kekuningan. Rasanya lebih lembut dan aromanya tidak setajam lada hitam.
Pemilihan jenis ini biasanya disesuaikan dengan kebutuhan masakan. Untuk hidangan berkuah bening, banyak yang memilih lada putih agar warna masakan tetap terlihat bersih.
Kandungan dan Manfaatnya bagi Tubuh
Selain memberikan rasa pedas dan aroma khas, lada juga mengandung senyawa aktif bernama piperin. Senyawa inilah yang memberikan sensasi pedas sekaligus memiliki berbagai potensi manfaat bagi tubuh.
Lada mengandung vitamin K yang berperan dalam pembekuan darah dan kesehatan tulang, zat besi untuk membantu pembentukan sel darah merah, serta mangan yang mendukung metabolisme tubuh. Di dalamnya juga terdapat antioksidan yang membantu melindungi sel tubuh dari kerusakan akibat radikal bebas.
Baik untuk Pencernaan Jika Dikonsumsi Secukupnya
Dalam jumlah yang wajar, lada dapat membantu merangsang produksi asam lambung sehingga proses pencernaan menjadi lebih optimal. Hal ini dapat membantu mengurangi rasa kembung dan gangguan pencernaan ringan.
Piperin juga diketahui dapat membantu meningkatkan penyerapan beberapa nutrisi, seperti kurkumin dari kunyit serta beberapa vitamin dan mineral lainnya. Dengan begitu, tubuh dapat memanfaatkan nutrisi dari makanan secara lebih maksimal.
Tetap Perlu Dibatasi Konsumsinya
Meskipun memiliki manfaat, konsumsi lada tetap perlu dibatasi. Rasa pedas yang kuat dapat memicu iritasi lambung jika dikonsumsi berlebihan, terutama bagi yang memiliki riwayat maag atau asam lambung tinggi.
Selain itu, karena kemampuannya meningkatkan penyerapan zat, lada juga dapat memengaruhi cara kerja obat tertentu. Oleh karena itu, bagi yang sedang menjalani pengobatan rutin, sebaiknya lebih berhati-hati.
Dengan memahami perbedaannya, kita bisa menggunakan lada dan merica dengan lebih tepat dalam masakan sekaligus tetap menjaga kesehatan keluarga.

English
