Saat memilih alat masak, label food grade sering jadi salah satu pertimbangan utama. Istilah ini menunjukkan bahwa bahan yang digunakan aman bersentuhan langsung dengan makanan dan tidak melepaskan zat berbahaya saat dipanaskan.
Memilih alat masak dengan material food grade sangat penting karena beberapa bahan tertentu bisa bereaksi terhadap panas atau makanan asam, lalu meninggalkan residu yang berisiko bagi kesehatan. Untuk itu, berikut beberapa jenis bahan alat masak food grade yang umum digunakan dan aman untuk pemakaian di rumah.
1. Aluminium Food Grade
Aluminium dikenal sebagai bahan alat masak yang ringan, mudah digunakan, dan harganya relatif terjangkau. Material ini juga mampu menghantarkan panas dengan baik dan cukup tahan terhadap korosi.
Jenis aluminium yang termasuk food grade antara lain seri 1100, 3003, dan 3004. Aluminium 1100 memiliki tingkat kemurnian tinggi sehingga tidak memengaruhi rasa maupun warna makanan. Sementara seri 3003 dan 3004 sudah dicampur mangan, membuatnya lebih kuat dan cocok untuk alat masak sehari-hari.
2. Stainless Steel
Stainless steel merupakan salah satu material alat masak yang paling banyak digunakan karena tampilannya yang bersih dan daya tahannya yang baik. Bahan ini terbuat dari campuran kromium dan nikel yang membuatnya tahan panas dan karat.
Stainless steel yang tergolong food grade biasanya memiliki kode seri 201, 304, 316, dan 430. Seri 304 dan 316 dikenal paling stabil karena tahan terhadap suhu tinggi dan korosi. Sementara seri 201 dan 430 lebih ekonomis, namun tetap perlu perawatan ekstra agar tidak mudah berkarat.
3. Silikon
Silikon food grade banyak digunakan pada peralatan dapur seperti spatula, cetakan kue, dan perlengkapan memanggang. Bahan ini tidak berbau, tidak mudah berubah bentuk, dan tidak bereaksi dengan makanan.
Keunggulan silikon terletak pada ketahanannya terhadap perubahan suhu ekstrem serta sifatnya yang tidak korosif. Silikon food grade umumnya aman digunakan hingga suhu sekitar 220°C dan cukup awet untuk pemakaian jangka panjang.
4. Carbon Steel
Carbon steel atau baja karbon sering digunakan pada wajan dan peralatan masak profesional. Material ini mampu menahan panas tinggi dan memiliki bobot yang relatif ringan dengan struktur yang kokoh.
Meski aman digunakan, carbon steel membutuhkan perawatan khusus karena mudah berkarat jika lembap. Selain itu, warnanya bisa berubah saat sering digunakan untuk memasak makanan asam. Namun, selama dirawat dengan benar, bahan ini tetap aman dan tidak menghasilkan zat berbahaya.
5. Enamel
Alat masak dengan lapisan enamel dikenal kuat dan memiliki daya tahan yang cukup lama. Lapisan ini berfungsi sebagai pelindung yang mencegah kontak langsung antara makanan dan logam di bawahnya.
Enamel tergolong food grade dan mampu menahan suhu panas hingga sekitar 200°C. Material ini cocok untuk proses memasak yang memakan waktu lama, asalkan dibersihkan dengan hati-hati agar lapisannya tidak terkelupas.
6. Marbel
Alat masak berbahan marbel umumnya digunakan pada panci dan wajan anti lengket. Material ini mampu menyebarkan panas secara merata, tidak mudah tergores, dan relatif mudah dibersihkan.
Bobotnya yang cukup berat menjadi salah satu ciri khas alat masak marbel. Meski harganya cenderung lebih tinggi, material ini tetap aman digunakan dan cocok untuk kebutuhan memasak harian.
7. Plastik PP dan LDPE
Tidak semua plastik aman untuk makanan, namun beberapa jenis plastik tertentu tergolong food grade. Dua di antaranya adalah PP (Polypropylene) dan LDPE (Low-Density Polyethylene).
Plastik PP memiliki tekstur cukup keras dan tahan panas hingga sekitar 140°C, sehingga sering digunakan untuk wadah makanan. Sementara LDPE biasanya digunakan pada kemasan minuman dan bahan fleksibel yang aman bersentuhan dengan makanan.

English
